Persoalan Jaringan, Kadis Kominfotik Japrizal Minta Warga Sabar Menunggu Kapasitas Bandwidth

  • Whatsapp
Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Kabupaten Kepulauan Anambas, Japrizal, S.Kom., MA
Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Kabupaten Kepulauan Anambas, Japrizal, S.Kom., MA

Harianmemokepri.com | Anambas — Pemerintah Daerah melalui Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (Diskominfotik) Kabupaten Kepulauan Anambas meminta seluruh masyarakat khususnya Desa Kiabu Kecamatan Siantan Selatan untuk bersabar terkait sinyal lemah.

“Kami Pemda meminta untuk masyarakat yang berada di Desa Kiabu untuk lebih bersabar, saat ini kami terus berupaya memberikan dan mewujudkan apa yang menjadi keinginan masyarakat terkait masalah sinyal yang masih lemah tersebut,” ucap Kepala Diskominfotik Kabupaten Kepulauan Anambas, Japrizal kepada harianmemokepri.com, Sabtu (02/01/2021).

Pemda terus berupaya melobi Kementerian Kominfo untuk menambah subsidi layanan kapasitas bandwidth (broadband) seingga sinyal 4G di lokasi BTS USO tersebut dapat maksimal dirasakan oleh masyarakat.

“Bahkan kita upayakan kalau bisa (BAKTI) Kemkominfo RI menggelar lagi kabel bawah laut Palaparing Barat bukan hanya sampai di Ibukota Kabupaten Kepulauan Anambas (Tarempa) saja, tapi diteruskan lagi sampai ke Desa Kiabu dan desa desa lain yang mendapat bantuan tower BTS USO perbatasan yg ada di wilayah kepulauan Anambas,” tegasnya.

Lanjut Japrizal mengatakan, info yang didapat, Badan Asesibilitas Telekomunikasi dan Informasi Kementrian Kominfo Ri mensubsidi layanan di BTS USO yang berapa di lokasi lokasi tersebut, satu titik lokasi 1,2 Miliar/pertahun, “Ini terus kita minta untuk (BAKTI) Kementerian Kominfo republik Indonesia menambah subsidi layanan lagi, permasalahan ini terjadi di beberapa daerah terutama di daerah 3T dan perbatasan,” ujarnya.

Lebih jauh ia mengatakan saat ini kabel palaparing barat belum sampai di Desa Telagak. Tower itu adalah program Tower USO perbatasan yang di subsidi oleh Kementerian Kominfo masih menggunakan teknologi Vsat/IDR, karena kapasitas bandwidth pita lebar (broadband) yang dialokasikan kecil seingga akses internetnya lelet.

Dikatakan Japrizal permasalahan ini bukan anya di Anambas tapi lebih kurang di 130 Kabupaten daerah 3T dan perbatasan yang mendapatkan bantuan yang terus ditanyakan dan diupayakan ke (BAKTI) Kementerian Kominfo RI agar dapat menambah lagi subsisi layanan agar layanan yang dilakukan oleh operator bisa maksimal untuk masyarakat.

Anambas selama ini telah mendapat 17 lokasi di 17 desa BTS Tower USO perbatasan dari Kementerian yang dibangun oleh operator dengan layanan yang sebelumnya 2G diakhir bulan Juli kemaren semua sudah ditingkatkan ke layanan 4G baik operator Telkomsel maupun Indosat.

“Kita doakan bersama agar upaya tersebut dapap terwujud dan Kabupaten Kepulauan Anambas dapat merdeka sinyal 4G dengan akses internet cepat diseluruh pelosok wilayah Kepulauan Anambas,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *